Pemanasan global, atau global warming adalah keadaan di mana suhu rata-rata permukaan bumi meningkat. Hal ini akibat aktivitas manusia yang melepaskan sejumlah gas efek rumah kaca ke atmosfer, sehingga pola iklim dunia berubah. Sedangkan gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di bumi yang dihasilkan dari aktivitas manusia maupun aktivitas alami.
Sebenarnya fungsi gas-gas rumah kaca adalah sebagai penghangat suhu bumi, sehingga bumi dapat dihuni oleh beragam makhluk hidup karena kondisi hangat merupakan kondisi ideal bagi makhluk hidup untuk hidup dan berkembangbiak. Tanpa gas rumah kaca, bumi menjadi dingin. Begitu dinginnya, sampai tidak semua mahluk hidup bisa bertahan. Tetapi, gas rumah kaca yang berlebih menyebabkan suhu bumi meningkat, yang juga bisa berakibat buruk pada makhluk yang hidup di bumi.
Ini diakibatkan sinar matahari yang semestinya dipantulkan kembali ke angkasa tertahan oleh gas rumah kaca yang terdapat di lapisan atmosfer dan memantulkannya kembali ke bumi. Sehingga suhu bumi menjadi semakin panas karena sinar matahari yang sudah berada di atmosfer bumi tidak ada yang dapat keluar ke angkasa, sementara sinar yang masuk semakin bertambah.
Istilah efek rumah kaca sendiri mengacu pada kejadian di rumah kaca. Rumah kaca merupakan kondisi yang sengaja direkayasa untuk memaksimalkan manfaat sinar matahari untuk pertumbuhan tanaman, sehingga fenomena meningkatnya suhu bumi dikenal juga sebagai efek rumah kaca atau green house effect dan gas-gas yang menghalangi sinar matahari keluar dari lapisan atmosfer bumi disebut sebagai gas rumah kaca.
Pemanasan global mendatangkan masalah bagi bumi dan tentu saja berdampak bagi manusia. Salah satu contohnya adalah semakin meningginya permukaan laut karena es di kutub utara mencair. Daerah-daerah dengan permukaan rendah akan sangat mudah terkena banjir ketika hujan turun, meski dengan kapasitas rendah sekalipun.
Hal ini akan semakin diperparah, karena semakin panasnya bumi, curah hujan akan semakin tinggi dan berkepanjangan. Sehingga peluang banjir dan tanah longsor menjadi semakin besar. Sementara di belahan bumi yang lain, akan timbul kemarau yang sangat panjang. Membuat tanah-tanah kering dan tandus. Pohon-pohon yang berfungsi sebagai pelindung efek rumah kaca menjadi mati. Demikian juga dengan tumbuh-tumbuhan seperti sayuran, padi, dan buah-buahan.
Pemanasan global, memang sangat mengancam kehidupan anak cucu kita kelak. Maka mulai dari sekarang, mari tanamkan dalam diri masing-masing, mari selamatkan bumi. Dengan cara mencintai lingkungan dan melakukan hal-hal kecil yang bisa mengurangi efek rumah kaca. Tinggalkan kebiasaan lama yang justru semakin memperparah bumi. Adapun hal kecil yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Matikan alat-alat elektronik jika tidak sedang dipergunakan. Alat elektronik seperti televisi dan komputer, pastikan benar-benar padam, tidak hanya dishut down. Setel pengaturan AC tidak dalam posisi sangat dingin, pastikan semua jendela dan pintu tertutup ketika AC menyala. Hal ini untuk menghindari pemborosan energy.
2. Hemat berkendara. Pakailah sepeda atau berjalan kaki jika hanya perjalanan pendek. Jika perjalanan dilakukan beramai-ramai, usahakan tidak membawa kendaraan masing-masing, menumpanglah pada kendaraan lain. Kebiasaan keliling-keliling dengan kendaraan bermotor merupakan hal sia-sia yang harus dikurangi.
3. Bayar tagihan secara elektronik. Ini akan mengurangi penggunaan kertas, yang berarti juga mengurangi jumlah pohon yang ditebang. Karena bahan baku kertas adalah pohon.
4. Rawat mesin kendaraan bermotor agar emisi gas buang kendaraan berada di bawah ambang batas yang ditentukan.
5.Hemat air. Contoh sederhana, bilaslah piring sekaligus di dalam sebuah wadah, tidak langsung dari kran yang mengucur dan satu persatu.
6. Memperbaiki barang yang rusak, seperti alat elektronik. Tidak membuang barang yang tidak digunakan lagi, tetapi memberikan kepada yang bisa menggunakan.
7. Tidak menggunakan barang yang hanya sekali pakai, seperti tisu.
8.Pisahkan sampah organik dan non organik.
9. Bangunlah rumah atau gedung dengan penerangan dan sirkulasi udara yang cukup, tanpa bantuan listrik di siang hari.
10. Menanam tumbuhan di pekarangan rumah atau di tempat terbuka lainnya. Tanaman akan berfungsi sebagai penyerap CO2 terbesar dan sumber O2.
11. Gunakan barang yang masih dapat dipergunakan seperti botol minuman. Meminimalkan penggunaan kantong plastik. Biasakan membawa tempat sendiri ketika berbelanja ke pasar. Kantong plastik merupakan bahan yang sangat sukar terurai, bahkan bisa mencapai waktu seribu tahun untuk terurai. Jika sampah ini tercecer di tanah, akan menghalangi resapan air yang bisa menyebabkan banjir dan mengurangi kesuburan tanah.
12. Kreatiflah untuk mendaur ulang barang-barang bekas yang tidak digunakan lagi.
13. Tidak memakai mesin 2 tak atau mesin-mesin yang melakukan pembakaran tidak sempurna.
14. Gunakan gas atau elpiji sebagai energi untuk memasak, tidak menggunakan kompor minyak tanah.
15. Jangan membuang zat-zat kimia yang mengganggu pertumbuhan pepohonan, misalnya oli bekas, pembersih lantai, bensin, solar, air aki, minyak rem, minyak goreng dan zat-zat kimia berbahaya ke tanaman atau tanah lapang. Karena zat-zat yang terkandung di dalamnya akan mematikan pepohonan dan cacing tidak akan hidup lagi di tempat tersebut.
16. Biarkan kumbang, kupu-kupu, dan burung hidup bebas di alam, karena hewan-hewan ini akan membantu proses penyerbukan tanaman.
17. Ajaklah orang-orang di sekitar untuk menjaga dan mencintai lingkungan. Sebarkan manfaat-manfaat dari hal sepele yang akan dilakukan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO








0 komentar:
Posting Komentar