Karir winger asal klub Sriwijaya FC, Oktavianus Maniani, belum berakhir di Timnas Indonesia. Dia masih punya kesempatan lebar membela tim Garuda Merah Putih di berbagai pertandingan internasional.
Demikian juga halnya Boaz Solossa. Striker Perspura Jayapura ini tetap masih terbuka lebar untuk membela Timnas Indonesia. Hanya saja, pelatih Alfred Riedl yang saat ini berada di negaranya, Austria, tidak ingin pemain yang suka indisipliner.
“Okto belum berakhir, begitu juga Boaz. Mereka masih bisa membela Timnas,” kata Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif usai menyaksikan pertandingan persahabatan Pelita Jaya U-21 versus De Jong Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Sabtu (19/3) sore.
Ibarat orangtua yang memiliki anak-anak, kata Iman Arif, memiliki karakter berbeda-beda. Karenanya, tentu perlu pendekatan yang elegan agar mereka bisa menjadi anak yang baik. Demikian juga Okto dan Boaz, tentu diperlukan pendekatan khusus agar mereka tetap punya nasionalisme yang tinggi untuk membela tim negaranya.
Riedl, kata Iman Arif, memiliki sifat tegas dan tak mau berbasa-basi. Bagi Riedl, lanjut Iman Arif, seorang pemain yang punya kelakuan buruk bisa menjadi semacam virus bagi pemain lainnya. “Ini berbeda dengan pemain di klub. Dalam tim nasional, nasionalisme itu sudah tidak perlu lagi didiskusikan. Dia orangnya saklak,” kata Iman.
Untuk itu, Okto maupun Boaz yang memiliki kualitas individu sebagai pemain sepakbola, masih punya peluang besar untuk dipanggil dalam skuad Indonesia. Seperti diberitakan, Okto tak masuk dalam skuad SEA Games yang diumumkan, beberapa hari lalu, karena indisipliner. Demikian juga Boaz, tak lagi pernah dipanggil karena berkali-kali mangkir saat pemanggilan pelatnas Timnas Indonesia.






















